Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).
Amalan hati, lebih utama daripada amalan jasad. Karena akar dalam segala amalan.
كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Terjemah Arti: Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. Almutoffifin : 14
Tingkatan hati
1. Hajis
Terbesitnya sesuatu utk melakukan sesuatu
2. Khotirroh, sudah ada dalam hati
3. Hadistunafsh, sudah ada pertimbangan berbuat atau tidak
4. Hamm, kecondongan utk berbuat sesuatu
5. Azm, niat yg kuat utk berbuat sesuatu
Amalan hati
1. Niat
Segala sesuatu tergantung niatnya, dan seseorang mendapat apa yang dia niatkan.
2. Taubat
Seseorang anak adam itu pasti mempunyai salah, dan untuk menebusnya harus bertaubat. Caranya dengan :
- istighfar
- shalat
3. Mahabbah (rasa cinta)
Cinta yg diwajibkan : cinta kpd Allah, rasul
Cinta yg dibolehkan : cinta kpd keluarga
Cinta yg diharamkan : cinta yg berlebihan
Takut yg dibolehkan : takut kpd Allah
4. Tawakkal
Bergantung kpd Allah semata. Dilakukan dari sebelum kita melakukan sesuatu perbuatan.
5. Sabar
6. Syukur
